Adinda Almas Stiandi
C1AA18005
S1 Keperawatan
Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang
dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi,
penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak Digunakan Untuk
Mempertahankan kehidupan,pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ,serta
menghasilkan energi (Sufiati, 2008) dalam (Yurniati dan
Marlina, 2019). Selama kehamilan sangat penting bahwa diet menyediakan energi dan nutrisi yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan ibu mencegah penyakit yang berhubungan dengan kehamilan dan untuk memungkinkan janin tumbuh dan berkembang dalam kondisi yang menguntungkan. Ibu status gizi selama periode prakonsepsi dan / atau selama kehamilan tidak hanya dapat mempengaruhi fase perinatal hasil kehamilan (Osrin et al., 2000; Keen et al., 2003) tetapi mungkin juga terkait dengan perkembangan kardiovaskular gangguan, hipertensi dan diabetes yang tidak tergantung insulin mellitus pada anak dewasanya (Barker, 1992) dalam (G Cuco dkk, 2005).
Secara tradisional, epidemiologi gizi, yang mempelajari hubungan antara diet dan penyakit, telah difokuskan pada bagaimana seseorang nutrisi atau makanan mempengaruhi kesehatan: artinya, digunakan 'Pendekatan nutrisi atau makanan tunggal'. Namun baru-baru ini minat telah meningkat dalam efek diet keseluruhan pada kesehatan. Menggunakan analisis faktor untuk menganalisis pola memungkinkan menggambarkan kombinasi konsumsi makanan atau makanan pola dalam konteks diet subyek (Hu et al.,2000; Hu, 2002; Sa´nchez-Villegas et al., 2003) dalam (G Cuco dkk, 2005).
Secara tradisional, epidemiologi gizi, yang mempelajari hubungan antara diet dan penyakit, telah difokuskan pada bagaimana seseorang nutrisi atau makanan mempengaruhi kesehatan: artinya, digunakan 'Pendekatan nutrisi atau makanan tunggal'. Namun baru-baru ini minat telah meningkat dalam efek diet keseluruhan pada kesehatan. Menggunakan analisis faktor untuk menganalisis pola memungkinkan menggambarkan kombinasi konsumsi makanan atau makanan pola dalam konteks diet subyek (Hu et al.,2000; Hu, 2002; Sa´nchez-Villegas et al., 2003) dalam (G Cuco dkk, 2005).
Rendahnya status gizi ibu hamil dapat disebabkan beberapa faktor,
antara lain yaitu rendahnya pengetahuan ibu hamil tentang nutrisi, pendapatan
keluarga di bawah rata-rata, dan tidak teraturnya pola makan. Pengetahuan
adalah hasil dari tahu dan ini didapat setelah orang melakukan penginderaan
terhadap objek tertentu. Perilaku yang didasarkan pengetahuan akan bertahan
lebih lama dibandingkan yang tidak didasarkan pengetahuan. Pengetahuan dapat
memicukesadaran untuk merubah perilaku (Notoatmodjo, 2007) dalam (Yurniati dan
Marlina, 2019).
Umumnya jika pendapatan naik, maka jumlah dan jenis makanan
cenderung ikut membaik pula. Tingkat penghasilan ikut menentukan jenis pangan
apa yang akan dibeli dengan adanya tambahan uang. Semakin tinggi penghasilan,
semakin besar pula presentase dari penghasilan tersebut dipergunakan untuk
membeli buah, sayur mayor dan berbagai jenis pangan lainnya.Jadi penghasilan
merupakan factor penting bagi kuantitas dan kualitas.Antara penghasilan dan
gizi, jelas ada hubungan yang menguntungkan. Pengaruh peningkatan penghasilan
terhadap perbaikan kesehatan dan kondisi keluarga lain yang mengadakan
interaksi dengan status gizi yang berlawanan hampir universal (Suhardjo, 2008) dalam (Yurniati dan Marlina, 2019).
Beberapa studi telah meneliti hubungan antara pola
diet dan berbagai nutrisi. sampai saat ini, di sana belum investigasi
komprehensif dari profil yang luas nutrisi. Selain itu, ada ketidakkonsistenan
dalam metodologi yang telah digunakan oleh studi ini untuk menguji asosiasi.
Satu studi sampai saat ini telah membayar signifikan perhatian pada hubungan
antara pola diet dan asupan nutrisi, dengan fokus pada kemampuan PCA solusi
untuk memperhitungkan variasi dalam makanan dan gizi . Mereka menemukan bahwa
solusi PCA mereka menyumbang a proporsi besar dari varian asupan nutrisi
absolut untuk sebagian besar nutrisi dan makanan yang mereka pelajari. Dalam (Kate Northstone, Pauline M. Emmett and Imogen Rogers, 2007).
Pola makan yang baik selama kehamilan dapat membantu tubuh
mengatasi permintaan khusus karena hamil, serta memiliki pengaruh positif pada
kesehatan bayi. Pola makan sehat pada ibu hamil adalah makanan yang dikonsumsi
oleh ibu hamil harus memiliki jumlah kalori dan zat-zat gizi yang sesuai dengan
kebutuhan seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, serat dan air
(Manuaba, 2012) dalam (Dina Mariana ,
Dwi Wulandari dan Padila, 2018).
Pola makan ini dipengaruhi
oleh beberapa hal yaitu kebiasaan, kesenangan, budaya, agama, taraf ekonomi dan
alam. Sehingga faktor-faktor yang mengalami pola makan ibu hamil tersebut
berpengaruh pada status gizi ibu. Ibu hamil juga dianjurkan untuk mengonsumsi
beragam makanan yang diolah dari empat jenis pokok makanan, yaitu: beras atau
alternatif penggantinya, buah-buahan, sayur-mayur, dan daging atau alternatif
penggantinya. Makanan yang dikonsumsi setiap harinya haruslah terdiri dari
empat macam panganan ini. Hal ini disebabkan karena masing-masing golongan
makanan ini mengandung nutrisi yang berbeda-beda, contohnya: daging serta
alternatif penggantinya mengandung protein, namun tidak mengandung vitamin C
yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Dengan jeli memilih variasi makanan yang dibutuhkan
maka kita dapat memastikan jika makanan yang kita konsumsi mengandung nutrisi
yang seimbang (Keisnawati, dkk, 2015) dalam (Dina
Mariana , Dwi Wulandari dan Padila, 2018).
Sejak saat pertama perkembangan
didalam rahim seorang ibu, kelahiran, sampai pada saat proses pertumbuhan dan
perkembangan pada tahap dimana menjadi bayi, anak-anak, remaja, dewasa dan
menjadi tua. Ketika bayi baru dilahirkan itulah merupakan tahap awal dari
kehidupan seorang manusia dimulai. Bayi adalah individu yang berusia dari 0-12
bulan yang ditandai dengan perubahan-perubahan dan perkembangan yang sangat
cepat disertai dengan pergantian dalam kebutuhan zat gizi. Bayi yang bisa di
katakana sehat iyalah indikator yang utama didalam menjadikan manusia yang
berkualitas, baik dilihat dari aspek pertumbuhan fisik dan perkembangan
mentalnya (Budiman, 2011) dalam (Cecilia R
Jacobus, Nova H. Kapantow, Nancy S. H. Malonda,2018). Berat lahir bayi yang kurang dari
2500gram dapat meningkatkan risiko yang kurang baik pada kehidupan bayi setelah
dilahiran. Penelitian menunjukan bahwa berat bayi lahir rendah (BBLR) dapat
menyebabkan tingginya risiko penyakit jantung pada ibu yang sedang hamil,
karena mengalami peningkatan tekanan darah, lemak, glukosa, dan insulin serta
dapat mempunyai risiko kematian 13% lebih tinggi dibandingkan dengan berat
lahir bayi lebih dari 2500gram (Sari & Sudiarti, 2013). Bayi dengan berat
lahir rendah (BBLR) yaitu berat lahir yang kurang dari 2500gram seringkali juga
dihubungkan dengan peningkatan resiko kematian dan kesakitan dari bayi,
terhambatnya perkembangan dan pertumbuhan bayi, dengan gangguan belajar,
masalah perilaku dan selanjutnya akan menderita suatu penyakit kronik dikemudian
hari (Candrasari, dkk, 2013) dalam (Cecilia R
Jacobus, Nova H. Kapantow, Nancy S. H. Malonda,2018).
Berat bayi lahir kurang dari
2500gram merupaka suatu keadaan dimana berat badan bayi lahir rendah. Berat
bayi yang lahir rendah masih merupakan masalah kesehatan yang sangat perlu
untuk diperhatikan. Diperkirakan diseluruh dunia 15%-20% mengalami berat badan
lahir rendah presentase tersebut diambil dari <20 juta angka
kelahiran per tahun (WHO,2014) dalam (Cecilia
R Jacobus, Nova H. Kapantow, Nancy S. H. Malonda,2018).
DAFTAR PUSTAKA
Yurniati.,Marlina. (2019). faktor-faktor
yang mempengaruhi gizi ibu hamil di puskesmas leling kec. tommo, kab. mamuju
tahun 2017. Jurnal Ilmiah Forilkesuit, Vol 1, No 1.
Jacobus,R.C.,Kapantow,H. N., & Malonda,H.S.N. (2018). hubungan
pertambahan berat badan ibu selama kehamilan dengan berat lahir bayi di wilayah
kerja puskesmas ondong. Jurnal KESMAS, Vol 7, No 4.
Mariana,D.,Wulandari,D.,Padila. (2018). hubungan
pola makan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas. Jurnal Keperawatan Silampari (JKS), Vol 1, No 2.
Northstone,k.,Emmett,M.P., & Rogers,I. (2007). dietary patterns in
pregnancy and associations
with nutrient intakes. British Journal
of Nutrition, No 99,
406–415.
Cuco,G.,Ferna´ndez-Ballart,J.,Sala,J.,Viladrich,C.,Iranzo.R.,Vila,J., & Arija,V.(2005). dietary
patterns and associated lifestyles in preconception, pregnancy and postpartum. European
Journal of Clinical Nutrition, No 60, 364–371.