Minggu, 12 Mei 2019

Adinda Almas Stiandi
C1AA18005
S1 Keperawatan


Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak Digunakan Untuk Mempertahankan kehidupan,pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ,serta menghasilkan energi (Sufiati, 2008) dalam (Yurniati dan Marlina, 2019). Selama kehamilan sangat penting bahwa diet menyediakan energi dan nutrisi yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan ibu mencegah penyakit yang berhubungan dengan kehamilan dan untuk memungkinkan janin tumbuh dan berkembang dalam kondisi yang menguntungkan. Ibu status gizi selama periode prakonsepsi dan / atau selama kehamilan tidak hanya dapat mempengaruhi fase perinatal hasil kehamilan (Osrin et al., 2000; Keen et al., 2003) tetapi mungkin juga terkait dengan perkembangan kardiovaskular gangguan, hipertensi dan diabetes yang tidak tergantung insulin mellitus pada anak dewasanya (Barker, 1992) dalam (G Cuco dkk, 2005).
Secara tradisional, epidemiologi gizi, yang mempelajari hubungan antara diet dan penyakit, telah difokuskan pada bagaimana seseorang nutrisi atau makanan mempengaruhi kesehatan: artinya, digunakan 'Pendekatan nutrisi atau makanan tunggal'. Namun baru-baru ini minat telah meningkat dalam efek diet keseluruhan pada kesehatan. Menggunakan analisis faktor untuk menganalisis pola memungkinkan menggambarkan kombinasi konsumsi makanan atau makanan pola dalam konteks diet subyek (Hu et al.,2000; Hu, 2002; Sa´nchez-Villegas et al., 2003) dalam (G Cuco dkk, 2005).
Rendahnya status gizi ibu hamil dapat disebabkan beberapa faktor, antara lain yaitu rendahnya pengetahuan ibu hamil tentang nutrisi, pendapatan keluarga di bawah rata-rata, dan tidak teraturnya pola makan. Pengetahuan adalah hasil dari tahu dan ini didapat setelah orang melakukan penginderaan terhadap objek tertentu. Perilaku yang didasarkan pengetahuan akan bertahan lebih lama dibandingkan yang tidak didasarkan pengetahuan. Pengetahuan dapat memicukesadaran untuk merubah  perilaku (Notoatmodjo, 2007) dalam (Yurniati dan Marlina, 2019).
Umumnya jika pendapatan naik, maka jumlah dan jenis makanan cenderung ikut membaik pula. Tingkat penghasilan ikut menentukan jenis pangan apa yang akan dibeli dengan adanya tambahan uang. Semakin tinggi penghasilan, semakin besar pula presentase dari penghasilan tersebut dipergunakan untuk membeli buah, sayur mayor dan berbagai jenis pangan lainnya.Jadi penghasilan merupakan factor penting bagi kuantitas dan kualitas.Antara penghasilan dan gizi, jelas ada hubungan yang menguntungkan. Pengaruh peningkatan penghasilan terhadap perbaikan kesehatan dan kondisi keluarga lain yang mengadakan interaksi dengan status gizi yang berlawanan hampir universal (Suhardjo, 2008) dalam (Yurniati dan Marlina, 2019).
Beberapa studi telah meneliti hubungan antara pola diet dan berbagai nutrisi.  sampai saat ini, di sana belum investigasi komprehensif dari profil yang luas nutrisi. Selain itu, ada ketidakkonsistenan dalam metodologi yang telah digunakan oleh studi ini untuk menguji asosiasi. Satu studi sampai saat ini telah membayar signifikan perhatian pada hubungan antara pola diet dan asupan nutrisi, dengan fokus pada kemampuan PCA solusi untuk memperhitungkan variasi dalam makanan dan gizi . Mereka menemukan bahwa solusi PCA mereka menyumbang a proporsi besar dari varian asupan nutrisi absolut untuk sebagian besar nutrisi dan makanan yang mereka pelajari. Dalam (Kate Northstone, Pauline M. Emmett and Imogen Rogers, 2007).
Pola makan yang baik selama kehamilan dapat membantu tubuh mengatasi permintaan khusus karena hamil, serta memiliki pengaruh positif pada kesehatan bayi. Pola makan sehat pada ibu hamil adalah makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil harus memiliki jumlah kalori dan zat-zat gizi yang sesuai dengan kebutuhan seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, serat dan air (Manuaba, 2012) dalam (Dina Mariana , Dwi Wulandari dan Padila, 2018).
 Pola makan ini dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu kebiasaan, kesenangan, budaya, agama, taraf ekonomi dan alam. Sehingga faktor-faktor yang mengalami pola makan ibu hamil tersebut berpengaruh pada status gizi ibu. Ibu hamil juga dianjurkan untuk mengonsumsi beragam makanan yang diolah dari empat jenis pokok makanan, yaitu: beras atau alternatif penggantinya, buah-buahan, sayur-mayur, dan daging atau alternatif penggantinya. Makanan yang dikonsumsi setiap harinya haruslah terdiri dari empat macam panganan ini. Hal ini disebabkan karena masing-masing golongan makanan ini mengandung nutrisi yang berbeda-beda, contohnya: daging serta alternatif penggantinya mengandung protein, namun tidak mengandung vitamin C yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Dengan jeli memilih variasi makanan yang dibutuhkan maka kita dapat memastikan jika makanan yang kita konsumsi mengandung nutrisi yang seimbang (Keisnawati, dkk, 2015) dalam (Dina Mariana , Dwi Wulandari dan Padila, 2018). 
Sejak saat pertama perkembangan didalam rahim seorang ibu, kelahiran, sampai pada saat proses pertumbuhan dan perkembangan pada tahap dimana menjadi bayi, anak-anak, remaja, dewasa dan menjadi tua. Ketika bayi baru dilahirkan itulah merupakan tahap awal dari kehidupan seorang manusia dimulai. Bayi adalah individu yang berusia dari 0-12 bulan yang ditandai dengan perubahan-perubahan dan perkembangan yang sangat cepat disertai dengan pergantian dalam kebutuhan zat gizi. Bayi yang bisa di katakana sehat iyalah indikator yang utama didalam menjadikan manusia yang berkualitas, baik dilihat dari aspek pertumbuhan fisik dan perkembangan mentalnya (Budiman, 2011) dalam (Cecilia R Jacobus, Nova H. Kapantow, Nancy S. H. Malonda,2018). Berat lahir bayi yang kurang dari 2500gram dapat meningkatkan risiko yang kurang baik pada kehidupan bayi setelah dilahiran. Penelitian menunjukan bahwa berat bayi lahir rendah (BBLR) dapat menyebabkan tingginya risiko penyakit jantung pada ibu yang sedang hamil, karena mengalami peningkatan tekanan darah, lemak, glukosa, dan insulin serta dapat mempunyai risiko kematian 13% lebih tinggi dibandingkan dengan berat lahir bayi lebih dari 2500gram (Sari & Sudiarti, 2013). Bayi dengan berat lahir rendah (BBLR) yaitu berat lahir yang kurang dari 2500gram seringkali juga dihubungkan dengan peningkatan resiko kematian dan kesakitan dari bayi, terhambatnya perkembangan dan pertumbuhan bayi, dengan gangguan belajar, masalah perilaku dan selanjutnya akan menderita suatu penyakit kronik dikemudian hari (Candrasari, dkk, 2013) dalam (Cecilia R Jacobus, Nova H. Kapantow, Nancy S. H. Malonda,2018). 
Berat bayi lahir kurang dari 2500gram merupaka suatu keadaan dimana berat badan bayi lahir rendah. Berat bayi yang lahir rendah masih merupakan masalah kesehatan yang sangat perlu untuk diperhatikan. Diperkirakan diseluruh dunia 15%-20% mengalami berat badan lahir rendah presentase tersebut diambil dari  <20 juta angka kelahiran per tahun (WHO,2014) dalam (Cecilia R Jacobus, Nova H. Kapantow, Nancy S. H. Malonda,2018).


DAFTAR PUSTAKA
Yurniati.,Marlina. (2019). faktor-faktor yang mempengaruhi gizi ibu hamil di puskesmas leling kec. tommo, kab. mamuju tahun 2017. Jurnal Ilmiah Forilkesuit, Vol 1, No 1.
Jacobus,R.C.,Kapantow,H. N., & Malonda,H.S.N. (2018). hubungan pertambahan berat badan ibu selama kehamilan dengan berat lahir bayi di wilayah kerja puskesmas ondong. Jurnal KESMAS, Vol 7, No 4.
Mariana,D.,Wulandari,D.,Padila. (2018). hubungan pola makan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas. Jurnal Keperawatan Silampari (JKS), Vol 1, No 2.
Northstone,k.,Emmett,M.P., & Rogers,I. (2007). dietary patterns in pregnancy and   associations with nutrient intakes. British Journal of Nutrition, No 99, 406–415.
Cuco,G.,Ferna´ndez-Ballart,J.,Sala,J.,Viladrich,C.,Iranzo.R.,Vila,J., & Arija,V.(2005). dietary patterns and associated lifestyles in preconception, pregnancy and postpartum. European Journal of Clinical Nutrition, No 60, 364–371.

Adinda Almas Stiandi C1AA18005 S1 Keperawatan Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara no...